Alex pergi dari Chelsea pada Januari 2012 akibat hubungan tak baik dengan pelatih saat itu, Andre Villas-Boas.
Demi mendapat jatah main lebih banyak, Centre bakc Brasil itu tanpa ragu menerima pinangan Paris Saint-Germain (PSG) dan bereuni dengan eks pelatihnya di Chelsea, Carlo Ancelotti.
Meski akhirnya Chelsea mampu juara FA Cup dan Champions League 2011/2012, Alex tetap tak menyesali keputusannya. Ia berdalih di Prancis ia menemukan sesuatu yang tak didapatnya di Stamford Bridge, yakni gairah.
Ini yang membuatnya selalu antusias dan semangat tiap kali turun ke lapangan memakasi kostum Les Parisiens.
"Terkadang saya rasa masyarakat Prancis merasakan sepakbola seperti orang Brasil merasakannya," kata Alex seperti dikutip L'Equipe.
"Ada suat kefanatikan di Prancis. Di Chelsea, setiap hari terasa membosankan. Saya suka atmosfer Paris.
"Merasakan gairah membuat kita mengetahui tanggung jawab kita. Ini bikin kita ingin membahagiakan orang lain. Saya merasakan ketaksabaran untuk melihat PSG juara."
Demi mendapat jatah main lebih banyak, Centre bakc Brasil itu tanpa ragu menerima pinangan Paris Saint-Germain (PSG) dan bereuni dengan eks pelatihnya di Chelsea, Carlo Ancelotti.
Meski akhirnya Chelsea mampu juara FA Cup dan Champions League 2011/2012, Alex tetap tak menyesali keputusannya. Ia berdalih di Prancis ia menemukan sesuatu yang tak didapatnya di Stamford Bridge, yakni gairah.
Ini yang membuatnya selalu antusias dan semangat tiap kali turun ke lapangan memakasi kostum Les Parisiens.
"Terkadang saya rasa masyarakat Prancis merasakan sepakbola seperti orang Brasil merasakannya," kata Alex seperti dikutip L'Equipe.
"Ada suat kefanatikan di Prancis. Di Chelsea, setiap hari terasa membosankan. Saya suka atmosfer Paris.
"Merasakan gairah membuat kita mengetahui tanggung jawab kita. Ini bikin kita ingin membahagiakan orang lain. Saya merasakan ketaksabaran untuk melihat PSG juara."


Posting Komentar - Back to Content